Senin, 15 Februari 2010

Life Positions and Attachment Styles : A Cananonical Correlation Analysis

By:

Fredrick A. Boholst, MA., Giselle B. Boholst, MA (candidate), Michael Mark B.Mende, Master in Industrial Relation



Oleh:

Ruddy Tri Santoso

Program Doktor Ilmu Ekonomi

Universitas Negeri Sebelas Maret

Surakarta

2009




Pendahuluan

Pada th 1962 Berne mengeluarkan studi tentang life position yang menyebutkan dua factor yaitu “saya” dan “kamu”, dengan perasaan ‘OK’ dalam orang tersebut baik pada dirinya sendiri maupun pada orang lain.

Setelah itu pada th 1991 juga berkembang teori tentang keterlibatan dimana disimpulkan bahwa pengalaman pada masa kanak-kanak dengan orang-orang yang memberinya kasihsayang berdampak besar pada relasi mereka dikemudian hari. Teori keterlibatan yang dikembangkan oleh Bartholomew and Horowitz ini telah sangat banyak dielaborasi oleh para peneliti

Studi ini bertujuan menganalisa apakah teori life position sebenarnya pararel dengan teori keterlibatan.

Permasalahan :

H 1 : Attachment prototypes memiliki kesamaan dengan teori tentang empat life position.

Ho : Attachment prototypes tidak memiliki kesamaan dengan teori tentang empat life position.

Landasan Teori:

1. Teori Life Position (Berne, 1962)

2. Teori Attachment (Bartholomew & Horowitz, 1991)

Metode Penelitian

Peserta penelitian terdiri dari 189 mahasiswa yg terdiri dari 70 laki-laki dan 119 wanita dari universitas negri dan swasta.

Tes awal antara pria dan wanita dalam life positions menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kecuali untuk posisi saya OK anda Tidak Ok, dimana pria mendapat skor lebih tinggi dari wanita.

Tes dalam keterlibatan menunjukkan pria merasa lebih OK dari wanita.

Sarana penelitian :

Life positions diukur dengan Life Positon Scale (LPS). Questioner terdiri dari 20 pertanyaan untuk mengukur 4 posisi ( I+, I-, U+, U- ). Setiap peserta diskor pada 4 life position dengan asumsi setiap individu mempunyai tingkat OK sendiri. skor untuk ‘saya OK anda OK didapat dengan menambahkan skor I+ ke U+, dst.

Attachment. 2 skala digunakan untuk mengukur keterlibatan : Quesioner Relationship (RQ) dan Quesioner skala Relationship ( RSQ).

RQ terdiri dari 4 pernyataan tentang ke-4 prototipe keterlibatan. Peserta diminta mengisi dengan skala 1-7 tingkat korespondensinya dengan setiap type.

RSQ adalah questioner berisi 30 pertanyaan dengan skala 1-5. setiap item mencerminkan tipe keterlibatan dan nilainya adalah penjumlahan dari semua item. Nilai gabungan dari prototype keterlibatan di hitung dengan mengalihkan nilai semua peserta kedalam skor standar (Z). Kemudian skor standar dari prototype tertentu dari perhitungan keterlibatan pertama dikombinasikan dengan Z score dari prototype yang sama dari perhitungan keterlibatan yg kedua. Sebagai contoh skor gabungan dari tipe keterlibatan secure, skor Z dari tipe keterlibatan secure RQ digabung dengan skor Z tipe keterlibatan secure RSQ.

Analisis data

Analisis korelasi Canonical adalah tehnik multivariate yang mengukur relasi antara 1 set variable predictor dengan 1 set variable criteria pada tingkat kesalahan yang konstan. Variable predictor dan criteria adalah constructs yang diwakili oleh keempat tipe keterlibatan dan life positions.

Canonical correlation coefficient (R) mewakili hubungan antara 2 variates.

Squared canonical correlation ceoefficient (R2) adalah proporsi dari variance dalam dependent variable (DV) yang dapat dijelaskan oleh independent variable (IV). R2 dalam konteks ini dianggap sebagai shared variance antara attachments dan life positions.

Korelasi antara masing-masing variable dari kedua constructs juga dihitung oleh angka analisis canonical, sementara interrelasi antara dan didalam variates dinyatakan oleh angka akar canonical.

Hasil Perhitungan

Angka R canonical R = .59, X2 = 92,92 ( df=16), p<.01 menunjukkan hubungan erat antara construct life positions dengan construct attachments. Akar R .346 menunjukkan hanya ada 1 cara menginterpretasikan interkorelasi dari kedua constructs dan hubungannya adalah linier.

Table 1 menunjukkan interkorelasi dari kedua construct. Variable-variable berkorelasi erat kecuali 1 pasang variable yaitu preoccupied attachment tidak berkorelasi dengan life position I-U+. Hal ini mungkin disebabkan karena kedua variable itu mempunyai bobot canonical yang rendah (lihat table 2). Maksudnya variable tersebut mungkin hanya sedikit berkontribusi pada constructnya. Posisi I-U+ atau posisi depressive, atau tipe preoccupied attachment tetap menjadi prototype teoritis dan perlu dikaji lebih dalam dalam riset dimasa yad.

Kesimpulan

Hasil dari analisis korelasi canonical menunjukkan bahwa Teori attachments pada dasarnya sama dengan teori life positions, kecuali pada variable I-U+ dan paralelnya.

Implikasi studi:

- Canonical Correlation dipergunakan untuk mengukur relasi antara 1 set variable predictor dengan 1 set variable criteria pada tingkat kesalahan yang konstan.

- Dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut adalah constructs yang diwakili keempat tipe keterlibatan dan life positions yaitu 4 posisi (I+, I-, U+, U-) dan secure, preoccupied, dismissing and feartol.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar